BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mikroba
telah lama dan banyak dimanfaatkan oleh umat manusia dalam berbagai macam hal,
seperti pengolahan makanan, minuman dan proses pengolahan sebagian obat-obatan,
seperti antibiotik, hormon, dan sebagainya.
Bakteri memproduksi
produk-produk yang diperdagangkan manusia seperti alkohol, yogurth, tempe, nata
de coco, dan sebagainya itu melalui serangkaian reaksi metabolisme panjang.
Maka makalah
ini akan membahas mengenai metabolisme, berbagai proses yang terjadi selama
metabolisme. Bakteri-bakteri yang berjasa dalam terbentuknya produk dari hasil
metabolisme.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan Anabolisme dan katabolisme mikroba ?
2. Apa saja
Respirasi seluler aerob dan anaerob ?
3. Bagaimana
sintesis gula, amino, asam nukleat dan peptidoglikan ?
4. Apa yang
dimaksud dengan konsep fermentasi ?
5. Apa saja
pengelompokan fermentasi ?
6. Bagaimanakah
jalur fermentasi ?
7. Apa saja
teknologi fermentasi ?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui Apa yang dimaksud dengan Anabolisme dan katabolisme mikroba
2. Untuk
mengetahui Apa saja Respirasi seluler aerob dan anaerob
3. Untuk
mengetahui bagaimana sintesis gula, amino, asam nukleat, dan peptidoglikan
4. Untuk
mengetahuiapa yang dimaksud dengan konsep fermentasi
5. Untuk mengetahuiapa
saja pengelompokan fermentasi
6. Untuk
mengetahui bagaimanakah jalur fermentasi
7. Untuk
mengetahui apa saja teknologi fermentasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Anabolisme
dan Katabolisme Mikroba
1. Defenisi metabolisme
Metabolisme
adalah keseluruhan proses reaksi enzim dan kimiawi dalam sel. Metabolism dapat
dibedakan menjadi dua yakni metabolism primer dan sekunder. Metabolisme primer
adalah metabolisme yang selalu dilakukan oleh semua organism yang ada di alam.
Sedangkan metabolism sekunder hanya dilakukan oleh organism tertentu dan
menghasilkan zat tertentu pula.
Metablisme
primer terdapat dibesar organisme. Keduanya terlibat menghasilkan energi
metabolisme, disebut katabolisme dan anabolisme. Produk dari metabolisme primer
seperti alkohol, asam amino, asam organik, nukleotida, enzim dan mikroba sel
(biomassa).
Sedangkan
metabolism sekunder hanya dilakukan oleh organism tertentu dan menghasilkan zat
tertentu pula. Metabolisme sekunder menghasilkan produk yang beragam dan
spesifik seperti alkaloid, antibiotik, racun dan beberapa pigmen. Metabolit
sekunder tertentu dapat memberikan suatu ekologi keuntungan, sedangkan yang
lain tidak memiliki nilai nyata untuk organisme yang memproduksinya.
2. Katabolisme
Katabolisme
merupakan reaksi yang menghasilkan energi dengan memecah molekul kompleks
menjadi molekul sederhanan. Proses ini juga disebut exergonic (menghasilkan
energi) (McKane and Judy Kandel,1950).
Semua sel
mikoba memerlukan energi secara kontinou untuk proses yang terkait terkait
dengan pertumbuhan, transportasi, gerakan dan pemeliharaan. Pada
chemoheterotrophic mikroorganisme, energi organik Sumber yang diperoleh dari
lingkungan dan kemudian ditransformasikan oleh serangkaian enzim yang
mengendalikan reaksi dalam jalur metabolik. Katabolisme menghasilkan generasi
energi potensial dalam bentuk adenosin 5’-trifosfat (ATP) dan reduksi Koenzim,
seperti nikotinamida adenin dinukleotida (NADH), nicotinamide adenin dinukleotida fosfat (NADPH)
dan flavin adenin dinukleotida (FADH2), dan panas. Mikroorganisme memiliki
keragaman dalam proses metabolisme untuk menghasilkan ATP dan koenzim tereduksi
(Waiter, Michel J. At all, 2001).
3. Anabolisme
Anabolisme adalah suatu proses reaksi kimia yang membentuk suatu molekul besar dari
molekul yang lebih kecil. Dan selama proses anabolisme membutuhkan energy dalam
reaksinya. Atau dapat dikatakan segala bentuk sintesa dalam
mikroorganisme.
Proses
metabolisme mikroorganisme dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan sumber
energinya yaitu fototrof dan kemotrof. Sedangkan apabila berdasarkan kemampuan
mendapat sumber karbonnya menjadi dua juga yaitu Autotrof dan heterotrof.
Mikroorganisme
fototrof adalah mikroorganisme yang menggunakan cahaya sebagai sumber
energi utamanya. Fototrof dibagi menjadi dua yakni: fotoautotrof dan
Fotoheterotrof.
a. Fotoautotrof
Organisme
yang termasuk fotoautrotrof melakukan fotosintesis. Sedangkan fotosintesis
adalah proses mensintesis senyawa organik kompleks dari unsur-unsur anorganik
dengan menggunakan energi cahaya matahari. Fotosintesis tidak hanya dilakukan
oleh tumbuhan namun juga dilakukan oleh mikroba. Mikroba yang melakukan
fotosintesis seperti Cyanobacteria, serta beberapa jenis algae. Pada
Reaksi umum yang terjadi dpat dituliskan sebagai berikut :
6H2O
+ 6CO2 + cahaya → C6H12O6 + 6O2
dalam
fotosintesis terjadi dua tahapan reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang
atau fosforilasi reaksi ini terjadi di tilakoid dan reaksi gelap terjadi di
dalam stromokloroplas.
1) Reaksi
terang
Pada
reaksi terang ADP menjadi ATP dan pada reaksi terang terjadi reduksi NADH
sebagai pembawa elektron menjadi NADPH. pada reaksi ini terjadi penyerapan
cahaya matahari oleh klorofil. Reaksi terang atau fotofosforilasi dibagi
menjadi dua yakni fotofosforilasi siklik dan fotofosforilasi nonsiklik.
Fosforilasi siklik atau dukenal pula sebagai fotosistem 1. fotositem ini sangat
peka dengan gelombang cahay yang memiliki panjang 700nanometer maka disebut
sebagai P700. Pada fotosistem ini elektron kembali lagi ke dalam fotosistem. Fotofosforilasi
siklik merupakan proses yang sangat sering diketemukan, elektron yang terlepas
tidak kembali lagi melainkan membentuk NADPH. Dan elektron yang hilang tersebut
digantikan oleh elektron yang terbentuk pada saat oksidasi H2O atau dari
unsur-unsur yang mudah teroksidasi seperti H2S. Hasil dari reaksi terang adalah
ATP yang terbentuk melalui proses chemiosmosis, O2, NADPH. Setelah
reaksi
2)
Reaksi gelap
Setelah
reaksi terang maka berikutnya adalah reaksi gelap. Reaksi ini disebut reaksi
gelap karena tidak membutuhkan cahaya. Didalam reaksi ini terjadi fiksasi CO2
pada siklus calvin, dimana CO2 di fiksasi oleh RuBP kemudian membentuk
asam fosfogliserat hingga membentuk glukosa. Setelah terbentuk glukosa RuBP
diregenerasi untuk fiksasi CO2 untuk lebih jelas lihat gambar dibawah.
b. Fotoheterotrof
Fotoherotrof
adalah kelompok kecil bakteri yang menggunakan energi cahaya tapi membutuhkan
zat organik seperti alkohol, asam lemak, atau karbohidrat sebagai sumber
karbon. Organisme ini meliputi bakteri non-sulfur, bakteri ungu, dan hijau.
Mikroorganisme
kemotrof, mikroorganisme ini bergantung kepada reaksi oksidasi dan reduksi akan
zat anorganik atau organik sebagai sumber energi mereka.
Mikroorganisme
kemotrof dibagi menjadi dua yakni kemoautotrop dan kemoheterotrop.
ü Kemoautotrof
adalah
organisme Kemotrof yang sumber karbonnya berasal dari CO2, contohnya adalah
carbon monoxide oxidizing bacteria. Chemoheterotrof adalah organisme chemotrof
yang sumber karbonnya dari senyawa-senyawa organik.
ü Kemoheterotrof
dibagi
menjadi dua lagi berdasar akseptor elektron terakhirnya. Apabila akseptor
terakhirnya adalah O2 contohnya adalah hewan dan hampir semua fungi, protozoa,
serta bacteria. Apabila akseptor terakhirnya bukan O2 adalah Streptococcus sp
dan Clostridium sp.
B.
Respirasi Seluler aerob dan anaerob
1.
Respirasi
Respirasi
merupakan proses terjadinya pembongkaran suatu zat makanan sehingga
menghasilkan energi yang diperlukan oleh mikroorgnisme tersebut. Jika oksigen
yang diperlukan dalam proses respirasi maka disebut respirasi aerob.Ada
juga spesies bakteri yang mampu melakukan respirasi tanpa adanya oksigen, maka
peristiwa itu disebut respirasi anaerob (dwidjoseputro D.,1981).
2.
Respirasi aerob
Respirasi aerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang mengubah
glukosa secara sempurna menjadi CO2, H2O dan menghasilkan energi. Menurut penyelidikan energi yang terlepas sebagai
hasil pembakaran 1 grammol glukosa adalah 675 Kkal. Dalam respirasi aerob, glukosa dioksidasi oleh oksigen, dan reaksi
kimianya dapat digambarkan sebagai berikut:
C6H12O6 + 6 O2 —-> 6 CO2 + 12 H2O + 675 Kkal (Dwidjoseputro D.,1981).
Dalam
kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhan itu. Banyak tahap reaksi yang
terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi tersebut dibedakan
menjadi tiga tahap yakni glikolisis, siklus kreb (the tricarboxylic acid cycle)
dan tranfer elektron.
a.
Glikolisis
Glikolisis adalah serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa
(terdiri dari 6 atom C) menjadi dua molekul asam piruvat (terdiri dari 3 atom C). Glikolisis juga menghasilkan ATP dan NADH + H+ (Waiter, Michel J. At all, 2001).
Sebagian
besar mikroorganisme memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber karbon dan energi.
Heksosa, gula enam karbon (C6), glukosa adalah lebih dari substrat
untuk sebagian besar mikroorganisme dan sebagian kecil mikroorganisme tidak
bisa mengolahnya. Di alam, glukosa bebas biasanya tidak tersedia, tetapi dapat
diperoleh melalui berbagai rute. Ini berasal dari interkonversi heksosa
lainnya, hidrolisis disakarida, oligosakarida dan polisakarida dari lingkungan,
atau dari sel penyimpanan material, seperti pati, glikogen dan trehalosa.
Pembentukan energi dari glukosa yang didahului oleh proses fosforilasi sampai
menghasilkan piruvat (C3). Namun, jumlah terbatas ATP yang
diproduksi, yang dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Maksimum dua
molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap satu molekul glukosa teroksidasi.
menghasilkan piruvat menempati posisi penting dalam metabolismedan merupakan
titik awal untuk katabolisme lanjut (McKane and Judy Kandel,1950).
Setiap
organisme mempunyai perbedaan jalur glikolisis yang menjadi kunci pembeda
organisme tersebut. Jalur glikolisis dibagi menjadi empat yakni:
Ø Jalur EMP
(The Embden-Mayerhof-Parnas)
Jalur EMP
merupakan jalur yang banyak ditemukan di semua kelompok organisme,
termasuk jamur, yeasts dan bakteri. jalur ini dapat beroperasi di bawah kondisi
anaerobik atau aerobik dan terdiri dari 10 enzim-katalis reaksi terletak di
dalam matriks sitoplasma. Kunci pembeda ketiga jalur lainnya (heksokinase,
fosfofruktokinase dan kinase piruvat) yakni reaksi terjadi secara reversibel.
Sedangkan jalur EMP reaksinya yang terjadi yakni secara irreversible.
Untuk setiap
molekul glukosa dioksidasi menjadi dua piruvat molekul, keuntungan bersih hanya
dua ATP, karena yang Konsumsi dalam reaksi sebelumnya. Glucose
(C6) + 2ADP + 2Pi + 2NAD+ → 2 pyruvate (C3) + 2ATP + 2NADH + 2H+
(Waiter, Michel J. At all, 2001).
Ø Jalur PP
(The Pentose Phosphate)
The fosfat pentosa (PP) atau jalur heksosa jalur monofosfat ditemukan di
banyak bakteri dan sebagian besar organisme eukariotik. Jalur ini seringkali
beroperasi pada waktu yang sama dengan jalur EMP. Dalam ragi, misalnya, 10-20%
glukosa (lebih selama pertumbuhan pesat) yang terdegradasi melalui jalur PP,
dan sisanya katabolisme dari jalur EMP. Jalur PP bisa berfungsi pada kondisi
aerobik atau anaerobik, baik katabolik maupun anabolik. Jalur ini sangat
penting dalam penyediaan NADPH, terutama untuk digunakan untuk langkah reduktif
dalam proses anabolik, intermediet untuk asam amino aromatik sintesis, terutama
erythrose-4-fosfat; pentosa, terutama ribosa untuk biosintesis asam nukleat,
dan biosintesis intermediet lainya. Gula pentosa seperti xylose juga dapat
dikatabolisme melalui jalur ini.
Jalur PP merupakan siklus dan seperti semua jalur glycolytic, enzim
ini berada di matrik sitoplasma. Ini dimulai dengan oksidasi dua langkah glucose
6-phospate (G6P) ke pentose (C5) fosfat, ribulosa 5-fosfat
(Rump), melalui 6-phosphogluconate. Proses Ini melibatkan satu karbon yang
hilang sebagai CO2 dan pembentukan dua NADPH. Setelah fase oksidatif
ini, RuMP mengalami serangkaian penataan ulang menjadi serangkaian dua-karbon
dan tiga-karbon pertukaran fragmen, dikatalisis oleh enzim transketolase dan
transaldolase.Untuk setiap tiga unit glukosa diproses, satu GAP, enam NADPH dan
dua fruktosa 6-fosfat (F6P) molekul yang dihasilkan. Molekul F6P dikonversi
kembali ke G6P untuk mempertahankan operasi dari siklus. Itu GAP dapat
dioksidasi menjadi piruvat dengan jalur EMP enzim atau juga dapat dikembalikan
ke awal jalur melalui konversi dari dua GAP satu G6P.
glucose 6-phosphate (C6) + 6NADP+ + 3H2O →
2 fructose 6-phosphate (C6) + glyceraldehyde 3-phosphate (C3)
+ 3CO2 + 6NADPH + 6H+ (Waiter, Michel J. At all, 2001).
ü Jalur ED
(The Entner-doudoroff)
Jalur ED adalah jalur
metabolisme yang relatif sedikit digunakan oleh mikroorganisme yang tidak
memiliki EMP jalur. Kebanyakan bakteri Gram-negatif, termasuk spesies
Azotobacter, Pseudomonas, Rhizobium, Xanthomonas
dan Zymomonas, tapi jarang dalam jamur. Jalur dimulai dengan pembentukan
6-phosphogluconate, seperti di jalur PP. Meskipun kemudian mengalami
dehidrasi, bukan t eroksidasi, untuk membentuk
2-okso-3-deoksi-6-phosphogluconate. Molekul enam-karbon dipecah oleh Aldolase
untuk membentuk dua senyawa C3, piruvat dan GAP, dan terakhir juga
dapat dikonversi menjadi piruvat. Secara keseluruhan, dari glukosa setiap
molekul dimetabolisme, pada jalur yang dapat menghasilkan dua molekul piruvat,
satu ATP, satu NADH dan satu NADPH, yang merupakan hasil energi yang lebih rendah daripada jalur EMP (Waiter, Michel J.
At all, 2001).
ü Jalur PK
(phosphoketolase)
The
phosphoketolase (PK) atau jalur Warburg-Dickens jalur metabolisme yang
ditemukan di beberapa bakteri asam laktat, terutama dari spesies Lactobacillus
dan Leuconostoc. Ini melibatkan oksidasi dan dekarboksilasi glukosa 6-fosfat ke
pantat, seperti di jalur PP. RuMP yang berisomer dengan
xylulose fosfat 5-(C5) dan dibelah oleh phosphoketolase menjadi GAP
(C2) dan asetil fosfat (C2). Pada akhirnya dikonversike
laktat dan kedua ke etanol. Jalur ini menghasilkan hanya setengahATP
dibandingkan dengan jalur EMP. Namun, tidak dimungkinkan pembentukan pentosa
dari heksosagula untuk sintesis asam nukleat dan katabolisme pentosa (Waiter,
Michel J. At all, 2001).
b.
Tricarboxylic acid cycle
Tricarboxylic acid cycle (Siklus Krebs) merupakan
serangkaian reaksi metabolism yang mengubah asetil koA yang direaksikan dengan asam oksaloasetat (4C)
menjadi asam sitrat
(6C). Selanjutnya asam oksaloasetat memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya akan membentuk oksaloasetat lagi (McKane and
Judy Kandel,1950).
Pyruvate (C3) + NAD+ + CoA →acetyl CoA (C2)
+CO2 + NADH + H+ CoA (C2)
+ 3NAD+ + FAD + ADP → 2CO2 + 3NADH + 3H+ +
FADH2 + ATP
Asetil KoA
masuk siklus krebs bersama empat molekul karbon (oksaloasetat).
Selanjutnya menjadi senyawa enam carbon atau asam asitrat. Selama
berturut-turut, dua atom karbon dari asetil KoA teroksidasi menjadi dua molekul
CO2, meninggalkan empat Oksaloasetat untuk menerima asetil KoA
lainnya. Siklus ini beberapa energi di keluarkan dari oksidasi asam sitrat yang
digunakan untuk memproduksi satu molekul ATP. Kebanyakan energi ditranfer oleh
empat pasangan elektron dari tiga molekul NAD+ (membentuk NAD
+ H+) dan satu molekul FAD (membentuk FADH2 ). Energi
dari elektron ini kemudian digunakan untuk membentuk ATP pada sistem transport
elektron. Pada jalanya satu asetil KoA menghasilkan 12 molekul ATP kemudian
dioksidasi oleh siklus krebs. Sejak dua molekul asetil KoA diproduksi untuk
masing-masing oksidasi glukosa, energi akhir yang dihasilkan dari siklus krebs
adalah 12 molekul ATP.
c.
Transfer elektron
Setelah
proses tricarboxylic acid maka yang terakhir adalah proses transfer elektron. Transfer elektron
merupakan reaksi pemindahan elektron melelui reaksi redoks (reduksi-oksidasi).
karena respirasi mebutuhkan jumlah ATP dari proses oksidasi NADH dan FADH. Maka
dibutuhkan senyawa senyawa yang memiliki potensial reduksi rendah sebagai
akseptor elektron, dan O2 sangat ideal sebagai akseptor.
Elektron yang berasal dari oksidasi substrat NADH atau FADH2, melalui
serangkaian redoks atau reduksi-oksidasi reaksi, lalu ke terminal akseptor.
Dalam proses ini, energi dilepaskan selama aliran elektron digunakan untuk
membuat gradien proton.
Energi yang
ditangkap dalam ikatan energi yang tinggi ketika P (fosfat) anorganik bergabung
dengan molekul ADP untuk membentuk ATP. Proses ini disebut fosforilasi oksidatif.
Energi (ATP)
dalam sistem transpor elektron terbentuk melalui reaksi fosforilasi oksidatif,
Energi yang dihasilkan oleh oksidasi 1 mol NADH atau NADPH2 dapat digunakan
untuk membentuk 3 mol ATP. Reaksinya
sebagai berikut. NADH + H+ + 1/2 O2 + 3ADP + 3H3PO4 → NAD+ + 3ATP + 4H2O
Sementara itu, energi yang dihasilkan oleh oksidasi 1 mol FADH2 dapat
menghasilkan 2 mol ATP.
Beberapa
jenis enzim yang terlibat dalam pengangkutan elektron seperti NADH
dehidrogenase, sitokrom reduktase, dan sitokrom oksidase. Pembawa elektron
terdiri dari flavoprotein (contohnya
FAD dan mononukleotida flavin, FMN), besi sulfur (FeS), dan sitokrom, protein dengan cincin
yang berisi besi yang disebut heme. Gugus non-protein
seperti lipid-soluble (larutan dalam lemak) yang lebih dikenal dengan quinones (Ibrahim, 2007).
3. Respirasi
anaerob
Beberapa
bakteri fakultatif anaerob dan obligatif anaerob melakukan respirasi anaerob.
Dengan melibatkan electron transport system (ETS), tetapi terminal
akseptor elektron selain oksigen. Contoh respirasi anaerob berikut:
a.
Nitrate respiration
Respirasi
nitrat dilakukan oleh bakteri anaerob fakultatif. Potensi redoks nitrat adalah
+0.42 Volt, dibandingkan dengan oksigen yang potensial redoksnya +0,82 volt.
Akibatnya, lebih sedikit energi yang digunakan dibandingkan dengan oksigen
sebagai terminal akseptor elektron dan molekul lebih sedikit ATP yang
terbentuk. Proses ini memiliki beberapa langkah, yang mana nitrat direduksi
menjadi nitrit dan nitrogen oksida menjadi dinitrogen, yang disebut sebagai
dissimilatory Nitrate
reduction atau denitrifikasi. Reaksi denitrifikasi sebagai berikut:
2NO3-
+ 12 e- + 12 H+ → N2 + 6 H2O
Denitrifikasi
dilakukan oleh spesies Pseudomonas, Paracoccus denitrificans dan Thiobacillus
denitrificans. Sedangkan bakteri fakultatif Anaerob seperi, E. coli dan
sejenisnya, yang hanya mereduksi nitrat menjadi nitrit, dan enzim.
b. Sulphate
respiration
Respirasi
sulfat dilakukan oleh sebagian kecil bakteri heterotrophic, yang semuanya
oligatif anaerob, sperti bakteri dari spesies Desulfovibrio. Bakteri ini
membutuhkan sulfat sebagai aseptor proton dan terduksi menjadi sulfit.
Reaksi sulphate respiration sebagai berikut:
SO42-
+ 8 e- + 8 H+ → S2- + H2O
c. Carbonate
respiration
respirasi
Karbonat dilakukan oleh bakteri seperti Methanococcus dan Methanobacterium.
Bakteri tersebut merupakan anaerob obligat yang mereduksi CO2, dan
kadang-kadang karbon monoksida, untuk menjadi metana. Bakteri metanogen yang
biasa menggunakan hidrogen sebagai sumber energi dan ditemukan di lingkungan
yang rendah nitrat dan sulfat, misalnya usus beberapa hewan, rawa, sawah dan
digester limbah lumpur. Reaksi respirasi karbonat hingga membentuk metan
sebagai berikut:
CO2 + 4H2 →CH4 + 2H2O
Selain
nitrat, sulfat dan karbon dioksida, besi besi (Fe3+), mangan (MN4+) dan
beberapa organik senyawa (sulfoksida dimetil, fumarat, glisin dan oksida
trimetilamina) dapat berfungsi sebagai terminal elektron akseptor untuk
respirasi anaerob tertentu bakteri.
C. Sintesis gula, Amino, Asam Nukleat, dan Peptidoglikan
Contoh yang baik mengenai tranlokasi kelompok ialah pengankutan
senyawa-senyawa gula tertentu seperti glucose, fructose dan manose, ke dalam
sel bakteri. Dalam proses ini mula-mula suatu protein yang tahan panas (HPr)
diaktifasi dengan cara memindahkan sebuah gugusan fosfat dari senyawa berenergi
tinggi fofoenolpiruvat (PEP) pada HPr didalam sel
PEP + HPr piruvat + fosfo – HPr
Pada saat yang bersamaan, gula bergabung dengan enzim 2 pada permukaan luar
membrane dan di angkut ke permukaan dalam membrane. Di sini lalu bergabung
dengan gugusan fosfat yang di bawa oleh HPr teraktivasi. Gula-fosfat terbentuk
kemudian dilepaskan oleh enzim 2 dan memasuki sel. Reaksi ini dapat di singkat
sebagai berikut:
Fosfo – HPr + gula gula-fosfat + HPr
(di luar sel) (di
dalam sel)
Reaksi pengankutan ini
hanya mengangkut gula ke dalam sel, karena gula fosfat di dalam sel tidak
mempunyai afinitas terhadap penghantar. HPr
dan enzim 1 adalah protein sitoplasmik terlarut.
HPr memiliki berat
molekul rendah dan telah dapat di murnikan sampai taraf yang tinggi. Enzim 2
terikat pada membrane dan spesifik bagi senyawa-senyawa gula tertentu yang di
angkutnya. Enzim tersebut telah dapat di larutkan dan dimurnikan sebagian.
Poses-proses translokasi
kelompok lainnya yang diketahui mencakup pengambilan adenine dan butirat pada
permukaan luar sel dan pengubahannya pada permukaan dalam membrane,
masing-masing menjadi adenosine monofosfat (AMP) dan butirat-KoA.
2.
Sintesis Asam Amino
Asam amino yang dibuat
menjadi protein dengan yang bergabung bersama dalam rantai dengan ikatan
peptida. Setiap protein yang berbeda memiliki urutan yang unik dari residu asam
amino: ini adalah struktur utama. Sama seperti huruf alfabet dapat
dikombinasikan untuk membentuk berbagai kata-kata hampir tak berujung, asam
amino dapat dihubungkan dalam berbagai urutan untuk membentuk berbagai macam
protein. Protein terbuat dari asam amino yang telah diaktifkan oleh keterikatan
pada sebuah molekul RNA transfer melalui ikatan ester. Ini prekursor
aminoasil-tRNA diproduksi dalam reaksi ATP-dependent dilakukan oleh tRNA
aminoasil sintetase. Ini aminoasil-tRNA kemudian substrat untuk ribosom, yang
bergabung dengan asam amino ke rantai protein memperpanjang, menggunakan
informasi urutan dalam messenger RNA.
Pengubahan Substansi
Asam amino, yang
macamnya kira-kira ada 20 adalah bahan pembangun protein. Tipe protein yang
dibentuknya ditentukan oleh urutan asam-asam aminonya yang bersangkutan.
Asam amino pembangun protein beserta
singkatan-singkatan bakunya
|
Alanin (Ala)
Arginin (Arg)
Asparagin(Asp-NH2, Asn)
Asam Aspartat (Asp)
Sistein (Sis)
Asam glutamate (Glu)
Glutamin (Glu-NH2, Gln)
|
Glisin (Gli)
Histidin (His)
Hisoleusin (Ile)
Leusin ( leu)
Lisin (Lis)
Metionin (Met)
Phenylalanin (Phe)
|
Prolin (Pro)
Serin (Ser)
Threonin (Thr)
Triptofan (Trp)
Tirosin (Tir)
Valin (Val)
|
Beberapa rumus kimia asam amino adalah
sebagai berikut:
Contoh khusus mengenai
sintesis asam amino prolin oleh bakteri Escherichia
coli. Asam glutamate adalah reaktan awalnya. Pada langkah pertama sebuah
gugusan asam (-COOH) direduksi menjadi gugusan aldehide (-CHO). Langkah ini
membutuhkan dua electron dari NADPH2 dan energy dari ATP. Gugusan
aldehide tersebut kemudian secara spontan beraksi dengan gugusan amino (-NH2)
pada molekul yang sama, membentuk cincin prolin.
Contoh lain ialah
lintasan bagi perubahan asam aspartat menjadi lisin, metionin dan threonin.
Pengubahan ini menggunakan energy metabolic dalam bentuk ATP. Kedua contoh ini
menggambarkan bagaimana energy dibelanjakan untuk saling diubah (interkonversi)
1 substansi menjadi substansi lainnya.
3.
Sintesis Asam Nukleat
Beberapa fungsi penting
asam nukleat adalah menyimpan, menstransmisi, dan mentranslasi informasi
genetik; metabolisme antara(intermediary metabolism) dan reaksi-reaksi
informasi energi; koenzim pembawa energi; koenzim pemindah asam asetat, zat
gula, senyawa amino dan biomolekul lainnya; koenzim reaksi oksidasi reduksi.
Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid ) atau
asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid )a ta u asam ribonukleat. Baik
DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein dan bersifat
basa. Misalnya DNA dalam inti sel terikat pada histon.Senyawa gabungan antara
protein dan asam nukleat disebutnucleoprotein. Molekul asam nukleat merupakan
polimer seperti protein tetapi unit penyusunnya adalahnuk leotida . ATP adalah
salah satu contoh nukleotida asam nukleat bebas yang berperan sebagai pembawa
energi.
Asam nukleat merupakan
polimer besar dengan ukuran yang bervariasi antara 25.000 /1.000.000 s/d1
milyar. Asam nukleat baik DNA maupun RNA tersusun dari monomer nukleotida .
Nukleotida tersusun dari gugus fosfat, basa nitrogen dan gula pentosa. Basa
nitrogen berasal dari kolompok purin dan pirimidin.Purin utama asam nukleat
adalahadenin dangua nin, sedangkanpirimidinn ya adalah sitosin, timin danuras
il.
Nukleotida terbuat dari
asam amino, karbon dioksida dan asam formiat dalam jalur yang memerlukan
sejumlah besar energi metabolik. Akibatnya, sebagian besar organisme memiliki
sistem efisien untuk menyelamatkan nukleotida preformed. Purin disintesis
sebagai nukleosida (basis melekat pada ribosa). Kedua adenin dan guanin yang
dibuat dari prekursor nukleosida monofosfat inosin, yang SSSSSdisintesis
menggunakan atom dari asam amino glisin, glutamin, dan asam aspartat, serta
format ditransfer dari tetrahidrofolat koenzim. Pirimidin, di sisi lain,
disintesis dari orotate dasar, yang dibentuk dari glutamin dan aspartat.
Sintesis Asam Nukleat pada
Bakteri
Pteridin + Asam p-aminobenzoat —(dihidropteroat
sintetase)—> Asam dihidropteroat
—> Asam dihidrofolat
—(dihirofolat reduktase)—> Asam tetrahidrofolat
—> purin, pirimidin —> DNA terrelaksasi —(DNA girase)—> DNA superkoil
Tahap-tahap reaksi
sintesis DNA :
Ø Tahap pembukaan DNA untai ganda superkoil
Ø Sintesis oligonukleotida primer
Ø Pemanjangan rantai DNA arah 5’--- 3’, pelepasan primer dan
Ø Penyambungan fragmen DNA dan membentukan ikatan fosfodiester
Proses tahap awal
pembukaan DNA dikatalisis oleh 3 jenis enzim yaitu 1) enzimhelika s e (atau
DNA- unwinding enzyme) yang mengkatalisis pembukaan bagian DNA yang kedua
untainya terpisah (garpu replikasi). 2) Enzimhelik s -des ta bilizin g protein
atau single-strandedDNA-binding protein yang berfungsi menjaga basa- basa pada
untai tunggal agar tidak berpasangan dengan lain, dan 3) enzim DNAgira se
mengkatalisis pembukaan heliks ganda sebelum proses replikasi dimulai. Ketiga
enzim ini bekerja sama membentuk DNA untai tunggal. Tahap selanjutnya
menggunakan enzim RNA polimerase spesifik atau dikenal enzim primase atau dnaG
dan protein dnaB. Pembentukan oligonukleotida primer dilakukan pada daerah
spesifik DNA sebagai tempat awal replikasi. RNA polimerase spesifik ini berbeda
dengan RNA polimerase untuk sintesis RNA, karenaenzim ini bersifat nukleofilik
dalam pembentukan ikatan fosfodiester dari rantai DNA yang tidak
berpasangan.dnaB berfungsi mengikat DNA untai tunggal pada sisi awal replikasi
kemudian dnaG membentuk oligonukleotida primer. Tahap berikut menggunkan
katalis DNA polimerase III dan DNA polimerase I serta DNA ligase. Proses
penumbuhan rantai terjadi dengan penambahan deoksiribonukleotida pada gugus
3’-OH ujung rantai primer (pertumbuhan 5’ → 3’). Karena kedua rantai DNA
bersifat anti paralel satu terhadap lainnya (5’ → 3’, dan 3’ → 5’) maka
replikasi semikonservatif yang terjadi juga berbeda. Pada satu rantai
replikasinya bersifat kontinyu dan menghasilkan untai penuntun (leading strand)
4.
Sintesis Peptidoglikan
Seperti yang telah kita
ketahui bahwa dinding sel bakteri (terutama bakteri Gram Positif) memiliki
struktur dinding yang tersusun atas polisakarida yang disebut dengan murein
atau yang juga lazim disebut peptidoglikan. Murein terdiri atas rantai polisakarida
panjang yang tersusun atas residu asam N-asetilglukosamin (NAG) dan asam
N-asetilmuramat yang tersusun secara bergantian (berselang-seling). Rantai
pentapeptida tertambat pada gugus NAM. Rantai polisakarida terhubung ke rantai
pentapeptida mereka melalui jembatan interpeptida.
Tidak mengherankan suatu
struktur yang rumit memerlukan proses biosintesis yang juga sama rumitnya,
terutama dikarenakan reaksi sintesis yang terjadi sekaligus di luar dan di dalam membran sel. Sintesis peptidoglikan
merupakan proses multistep yang berhasil dipelajari dengan baik pada bakteri
Gram Positif. Dua buah carrier terlibat antara lain: uridin difosfat (UDP) dan
Bactoprenol. Bactoprenol merupakan alcohol yang memiliki panjang rantai karbon
sebanyak 55 atom C karbon yang melekat pada NAM melalui \sebuah gugus
pirofosfat dan memindahkan komponen peptidoglikan melewati membran hidrofobik.
Secara keseluruhan
proses sintesis peptidolikan melibatkan delapan tahapan, yang antara lain
adalah :
Ø Derivate UDP pada asam N-asetilglukosamin dan asam N-asetilmuramat
disintesis di dalam sitoplasma.
Ø Asam amino secara berurutan ditambahkan ke UDP-NAM untuk membentuk ranati
pentapeptida (dua ujung D-alanin ditambahkan sebagai sebuah dipeptida).
Ø NAM-pentapeptida ditransfer dari UDP ke sebuah bactoprenol fosfat pada
permukaan membran.
Ø UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM-pentapeptidauntuk membentuk unit
peptidoglikan yang berulang. Jika sebuah
jembatran interpeptida pentaglisin diperlukan, glisin akan ditambahkan dengan
menggunakan molekul tRNA glisil yang khusus, bukannya ribosom.
Ø Unit berulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah lengkap kemudian
ditransportasikan melalui membran ke permukaan sebelah luarnya dengan carrier
bactoprenol pirofosfat.
Ø Unit peptidoglikan kemudian dilekatkan pada ujung rantai peptidoglikan yang
sedang tumbuh untuk memperpanjang dengan satu unit peptidoglikan yang berulang.
Ø Carrier bactoprenol kembali ke dalam membran. Sebuah fosfat kemudian
dilepaskan selama proses ini untuk
memberikan fosfat pada bactoprenol, yang nantinya akan mampu menerima
NAM-pentapeptida yang lain.
Ø Akhirnya, hubungan silang peptida antara dua peptidoglikan terbentuk
melalui tanspeptidasi. ATP digunakan untuk membentuk ujung ikatan peptida di
dalam membran. Tidak ada lagi ATP yang diperlukan ketika transpeptidasi terjadi
di luar. Proses yang sama terjadi ketika sebuah jembatan dilibatkan ; hanya
gugus yang bereaksi dengan sub terminal D-alanin yang membedakan.
Sintesis peptidoglikan
pada dasarnya amat mudah untuk rusak oleh agen-agen antimicrobial. Penghambatan
dalam tahapan sintesis melemahkan dinding sel dan bisa berakhir pada lisis
osmotic. Banyak antibiotik yang mengganggu sintesis peptidoglikan. Sebagai
contohnya penicillin menghambat reaksi transpeptidasi dan bacitracin menutup
atau menghentikan fosforilasi pada bactoprenol pirofosfat.
Menurut diagram tersebut
langkah-langkah sintesis peptidoglikan adalah sebagai berikut:
Biosintesis dimulai
dengan pembentukan formasi UDP-MurNAc melalui kondensasi dari fosfoenol piruvat
dengan UDP-GlcNAc dan kemudian
dilanjutkan dengan reduksi urutan penambahan dari L-Ala, D-Glu, m-DAP dan D-Ala
menghasilkan sebuah formasi dari UDP-MurNAc-pentapeptida. Penambahan setiap
asam amino membutuhkan ATP spesifik yang
tergantung pada ligase asam amino dan
pada akhirnya dua asam amino
(D-Ala-D-Ala) ditambahkan sebagai unit dipeptida. Enzim-enzim
sitoplasmik mengakomodasi semua reasksi ini.
Sebuah membran
tranlokase memindahkan MUrNAc-pentapeptida pada undecaprenil (C55) fosfat (
atau dikenal sebagai bactoprenol fosfat) pada permukaan sebelah dalam dari
membran dalam. Lipid tersebut mirip dengan darrier dolichol pada eukariotik
yang digunakan dalam sintesis glikan. Produk akhir yang disebut dengan lipid I
terdiri dari ikatan pirofosfat.
Sebuah transferase pada
permukaan yang sama pada membrane
dalam kemudian mentransfer asam
N-Asetilglukosamin dari UDP-GlcNAc ke
undecaprenil-pirofosfat-MurNAc-pentapeptida. Lipid ytang terpaut pada
disakarida pentapeptida disebut dengan muropeptida atau lipid II dan terdapat pada subunit dasar pada bangunan
peptidoglikan.
Lipid undekaprenol
berperan untuk memindahkan subunit muropeptida menyebrangi membrane dalam.
Gen penentuan bentuk telah diidentifikasi bahwa akan mempengaruhi pembentukan/ sintesis dinding selm
kemungkinan dengan meregulasi reaksi pemindahan ini. Sekali tereorientasi
ke permukaan periplasmik pada membrane
plasma, muropeptida akan ditransfer sekaligus untuk menghasilkan peptidoglikan
pada sebuah reaksi transglikosilasi. Dua mekanisme ini telah diusulkan untuk
kedua reaksi ini : tumbuh dari ujung yang mereduksi (dimana gugus OH ke 4 dari
residu asam N-asetilglukosamin nonmereduksi menyerang ikatan MurNAc fosfat dari
sebuah rantai peptidoglikan telanjang
memindahkan undekaprenil pirofosfat) atau tumbuh dari ujung yang tidak
mereduksi (nonmereduksi) (dimana ujung N-aestilglukosamin tidak mereduksi dari
rantai peptidoglikan telanjang menyerang ikatan MurNAc fosfat dalam sebuah
subunit, dan lagi dengan pembebasan undekaprenil pirofosfat) Undekaprenil-pirofosfat
kemudian memutuskan satu gugus fosfatnya, yang memungkinkannya untuk melakukan
transfer yang berulang lagi.
Mekanisme pengendalian
panjang rantai belum diketahui secara pasti. Pelepasan rantai peptidoglikan
yang baru dipasangkan ke formasi 1,6-anhidroMurNAc pada ujung rantai yang
mereduksi. Pelepasan rantai peptidoglikan yang baru diikuti dengan pembentukan
inter-rantai hubungan silang melalui transpeptidasi yang membelah pada ujung
residu D-Alanin dan menghasilkan dalam transfer pembebasan gugus karboksil pada
ujung residu D-Alanin yang baru ke gugus amino pada sebuah unit asam m-DAP dari strand tetangga. Dan
struktur terakhir terdiri dari hubungan silang tetrapeptida yang terletak pad tengah-tengah sub-←unitnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metabolisme adalah
keseluruhan proses reaksi enzim dan kimiawi dalam sel. Metabolism dapat dibedakan
menjadi dua yakni metabolisme primer dan
sekunder. Katabolisme merupakan reaksi yang menghasilkan energi dengan memecah
molekul kompleks menjadi molekul sederhana. Anabolisme adalah suatu
proses reaksi kimia yang membentuk suatu molekul besar dari molekul yang lebih
kecil. Proses metabolisme mikroorganisme dapat dibedakan menjadi dua
berdasarkan sumber energinya yaitu fototrof dan kemotrof. Sedangkan apabila
berdasarkan kemampuan mendapat sumber karbonnya menjadi dua juga yaitu Autotrof
dan heterotrof. Respirasi merupakan proses terjadinya pembongkaran
suatu zat makanan sehingga menghasilkan energi yang diperlukan oleh
mikroorgnisme tersebut. Jika oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi
maka disebut respirasi aerob. Ada
juga spesies bakteri yang mampu melakukan respirasi tanpa adanya oksigen, maka
peristiwa itu disebut respirasi anaerob.
Sintesis Gula Contohnya ialah mengenai tranlokasi kelompok pengankutan senyawa-senyawa
gula tertentu seperti glucose, fructose dan manose, ke dalam sel bakteri. Asam
amino yang dibuat menjadi protein dengan yang bergabung bersama dalam rantai
dengan ikatan peptida, Asam amino yang dibuat menjadi protein dengan yang
bergabung bersama dalam rantai dengan ikatan peptida, Seperti yang telah kita
ketahui bahwa dinding sel bakteri (terutama bakteri Gram Positif) memiliki
struktur dinding yang tersusun atas polisakarida yang disebut dengan murein
atau yang juga lazim disebut peptidoglikan.
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini
kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam sistematika
penulisannya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.

Saya hadir Buk -Rifara Suci Yulika
BalasHapusSaya hardir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapushadir buk
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapusok yes
BalasHapusSaya hadit buk -Reni Mustika
BalasHapussaya hadir buk -Nila Silvia
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapushadir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapushadir
BalasHapusHadir buk
BalasHapushadir buk
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHadir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapushadirr
BalasHapus